• Home
  • Videography
  • Course
  • About
More

    Memahami tata cahaya (exposure) kamera DSLR

    Exposure

    Mendapatkan tata cahaya ( exposure) yang tepat adalah salah satu elemen kunci untuk pembuatan video berkualitas. exposure mengacu pada jumlah cahaya yang diterima sensor kamera. Exposure pada kamera DSLR berfungsi  mengontrol gradasi kecerahan pada hasil video, gradasi ini dapat kita lihat pada  layar monitor saat merekam subjek.

    kebanyakan kamera video digital  mendukung 100 gradasi antara terang dan gelap, sementara mata kita  mampu membedakan sekitar 10.000 gradasi, dan film bisa membedakan sekitar 1000 gradasi.

    Dengan teori ini maka pengaturan exposure yang tepat akan memberikan tingkat kecerahan yang tidak pernah di atas 100 ( putih total) dan di bawah 0 ( hitam total)

    Baca juga :DSLR Video: Shutter Speed

    Videografer profesional akan selalau merujuk pada acuan ukuran terang  dan gelap dalam rentang ini, yang berarti
    dalam pengaturan exposure yang benar  tidak ada tingkat kecerahan di atas 100 dan di bawah 0.

    Apabila gambar yang kita lihat pada monitor  kehilangan detail  atau kehilangan teksture maka kita perlu mengatur ulang exposure camera untuk menghindari over exposure ( terlalu terang ) atau under exposure ( kurang cahaya- gelap).
    Untuk mempermudah pengaturan,hampir semua  kamera moderen  memiliki fitur histogram,kita dapat melihat exposure ini secara real time saat mengatifkan fitur ini dan sangat membantu untuk  mendapat ukuran gradasi yang tepat untuk video kita.

    Pencahayaan Segitiga (Triangle eksposure)

    Nah sebelum melangkah lebih lanjut  saya akan  menjelaskan tiga komponen yang membentuk exposure yaitu:
    1. ApertureBukaan diafragma lensa yang akan di lintasi cahaya . Hal ini dikalibrasi dalam f/stop dan umumnya ditulis sebagai bilangan seperti 1,4, 2, 2.8, 4, 5.6, 8, 11 dan 16. F/stop yang lebih rendah memberi lebih banyak eksposur karena mereka mewakili lubang yang lebih besar, sedangkan f/stop yang lebih tinggi  mewakili lubang yang lebih kecil

    2. Kecepatan rana ( shutter speed)Kecepatan rana, juga dikenal sebagai “exposure time”, yaitu  berapa lama rana kamera terbuka untuk mengekspos cahaya ke dalam sensor kamera. kecepatan rana lambat, akan menciptakan efek  “motion blur”, dimana benda bergerak tampak kabur sepanjang arah gerak. sebaliknya kecepatan rana cepat akan menciptakan efek diam frezee pada subjek bergerak

    3. Sensitivitas cahaya ISO-Dalam istilah dasar, ISO adalah tingkat sensitivitas kamera terhadap cahaya yang tersedia. Semakin rendah nomor ISO, semakin tidak sensitif terhadap cahaya,sebaliknya angka ISO yang lebih tinggi akan meningkatkan sensitivitas kamera terhadap cahaya.

    Pada setiap kamera memiliki sesuatu yang disebut “Base ISO”, yang biasanya merupakan nomor ISO terendah dari sensor camera yang dapat menghasilkan kualitas gambar tertinggi, tanpa adanya noise pada gambar. Beberapa DSLR  memiliki basis ISO 200, sedangkan kamera digital Nikon dan Canon paling modern memiliki basis ISO 100. Satu hal yang selalu harus di ingat adalah  ISO sangat berpengaruh pada noise video yang kita buat

    Ketiga elemen di atas  biasanya disebut sebagai segitiga tata cahaya (exposure triangle).

    Baca juga:DSLR Video: Video Frame Rate ( fps)

    Baca Juga  Mengenal Format dan Codec Video
    Baca Juga  DSLR Video: Perbedaan Shutter Speed dan Frame Rate

    Bayangkan sebuah segitiga yang stabil dan seimbang sebagai eksposur yang tepat. Jika kita memindahkan salah satu kaki segitiga. Dua kaki lainnya harus menyesuaikan sudut  dan panjangnya agar segitiga dapat stabil kembali. Demikian pula, jika kita membuat perubahan pada salah satu dari tiga elemen pencahayaan (aperture, shutter speed, ISO), maka kita perlu menyesuaikan elemen lain untuk mendapatkan kembali eksposur yang benar.

    Baca juga:7 Langkah : Membuat video profesional dan berkualitas.

    Nah sekarang kita memahami, aperture, shutter speed, dan ISO semuanya berkontribusi pada “jumlah cahaya yang diterima oleh sensor camera” (yaitu exposure).

    Tidak selalu mudah untuk mencapai eksposur yang benar terutama saat kita mengatur pencahayaan dengan menggunakan LCD kamera yang  kecil. dan Sinematografi adalah seni bukan sains, jadi mungkin tidak ada yang namanya Kesempurnaan. Semua tergantung pada estetika dan selera apa yang ingin  dicapai.

    Mungkin kita sepakat  tidak ada Paparan dan aturan yang “sempurna” tapi  ada “eksposur yang benar” sehingga semua yang kita inginkan terlihat terlihat tidak terlalu gelap atau terlalu terang.

    Satu tips dari saya bagi teman teman yang  lebih senang mengatur tata cahaya kamera secara manual, saat  kita tidak yakin dengan exposure yang kita lihat pada monitor, menurut saya lebih baik mengatur exposure sedikit under  (kurang terang) daripada teralu terang. Karena dalam proses editing  video, lebih mudah membenarkan gambar underexposure dari pada over exposure.

    Mengatur Exposure

    Setelah kita  memahami dasar-dasar setiap elemen pencahayaan secara individu: Aperture, Shutter Speed, dan ISO, saatnya mengumpulkan semuanya untuk mendapatkan tata cahaya yang tepat.

    Baca Juga:DSLR Video: Perbedaan Shutter Speed dan Frame Rate


    Biasanya, pada fotografi, kecepatan rana ( shutter speed) bisa digunakan untuk menyesuaikan eksposure. Kecepatan rana yang panjang memungkinkan lebih banyak cahaya masuk, dan kecepatan rana yang lambat bisa membuat pencahayaan lebih gelap.

    Namun, untuk video kecepatan rana akan  mempengaruhi fluiditas gerak dalam video. masalah fuliditas ini dapat di atasi dengan menggunakan  ISO dan aperture untuk membantu memperoleh eksposur yang benar.


    Hampir semua kamera 
    DSLR kini hadir dengan meteran cahaya yang terpasang pada  kamera sehingga kita  dapat mengevaluasi apakah gambar kita  sudah mendapatkan exposure yang tepat.

    Saat  menyesuaikan eksposur secara manual,apabila  gambar kurang terang, kita  dapat meningkatkan ISO  atau membuka aperture . Namun, satuhal yang harus kita fahami adalah meningkatkan ISO  bisa menimbulkan  noise pada gambar.  Di sisi lain, membuka aperture Anda (nomor f ke bawah) akan mengubah kedalaman fukus pada subjek. Sebaliknya, jika  terlalu terang, kita bisa menurunkan ISO atau menutup aperture (meningkatkan angka f/stop).

    Jika teman teman baru dalam proses ini , teman teman bisa menggunkan simulator ini untuk mengenal dan memahami efek shutter, aperture dan ISO pada gambar

    Baca juga: Cara Membuat Video Untuk Media Sosial( youtube, facebook, Instagram)

    Sebagai penutup, di luar sana masih banyak info dan tutorial lain yang berkaitan dengan pencahayaan kreatif dalam videography, kami sangat senang jika teman teman mau berbagi informasi melalui kolom komentar di  pada halaman ini.

     

    Recent Articles

    Yuk Mengenal Teknologi Artificial Intelligence di Kamera Hp

    Teknologi ponsel genggam saat ini terus berkembang, tak terkecuali fitur kamera yang sudah memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI). Sesuai dengan...

    MacBook Pro 15 Inci Dilarang Masuk Pesawat di AS, Ini Alasannya

    Lembaga keamanan penerbangan di Amerika Serikat melarang laptop MacBook Pro masuk pesawat. Alasannya terletak di urusan baterai. Apple sendiri...

    Yuk mengenal Perbedaan Netflix, Prime Video, Genflix, iflix, dan HOOQ

    Layanan streaming berbayar kini mulai merajalela hingga menggeser media konvensional untuk menyaksikan berbagai tayangan. Netflix adalah salah satunya. Penyedia layanan media streaming digital yang berbasis di...

    WhatsApp Bisa Dikunci dengan Sidik Jari, Begini Caranya

    Keamanan percakapan WhatsApp menjadi hal yang diperhatikan pengguna. WhatsApp memahami hal itu dan mulai mencoba sistem keamanan baru, yakni menggunakan fingerprint scanner atau pemindai sidik jari.

    Cara Pakai Filter AR InstaStories Baru di Instagram

    Instagram kini punya banyak filter AR baru di platformnya. Hal ini dimungkinkan karena media sosial itu telah membebaskan penggunanya untuk membuat filter Augmented Reality...

    Related Stories

    1 Comment

    Leave A Reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Stay on op - Ge the daily news in your inbox

    My title