• Home
  • Videography
  • Science
  • Course
  • About
More

    DSLR Video: Perbedaan Shutter Speed dan Frame Rate

    • Frame Rate: Jumlah frame individu yang direkam setiap detik.
    • Shutter Speed/Kecepatan Rana: Berapa lama setiap frame terpapar.
    • Aturan dasar: Pengaturan standar untuk kecepatan rana adalah melipat gandakan frekuensi gambar: misalnya 24p pada 1/50i

    frame rate dan shutter speed mempengaruhi motion blur Pada video dan gambar yang kita rekam. Pada gambar di bawah segmen ungu mewakili rekaman video disini kita  dapat melihat bagaimana rasio frame dan kecepatan rana bekerja secara bersamaan:

    Kecepatan rana dan frame rate adalah dua pengaturan kamera yang memiliki pengaruh pada gambar yang dihasilkan, namun keduanya juga sangat saling berhubungan dalam mengubah tampilan gambar, dan keduanya juga  dapat digunakan untuk membuat gambar story telling yang lebih dinamis dan artistik.

    Shutter Speed

    Dalam ilmu fotografi, kecepatan rana mengacu pada berapa lama rana kamera terbuka. Shutter juga dikenal sebagai exposure time karena mengacu pada jumlah waktu cahaya yang terpapar pada film atau sensor.

    Dalam video, kecepatan rana adalah lamanya waktu setiap frame dipajang. Biasanya kecepatan rana di ukur dalam sepersekian detik, misalnya 60 frame  perdetik . 60 fps berarti setiap frame akan terpapar selama 1/60 detik. Dengan Magic Lantern yang terpasang pada DSLR, layar akan menunjukkan fraksi sebenarnya (1/60).

    Baca juga :Menjelaskan Cara Kerja Rolling Shutter ( Rana bergulir)

    Aturan umum  mengatur kecepatan rana untuk video adalah menggandakan frame rate pada kamera untuk mendapatkan penyebut dari kecepatan rana. Jadi, jika frame rate  ditetapkan selama 24 frame per detik, kita harus menggunakan kecepatan rana yang paling dekat dengan 1/48. Ini disebut aturan rana 180 derajat.

    Baca Juga: Bag-1: Videography untuk Broadcast Journalist

    Untuk tujuan estetika tertentu, kita dapat bermain dengan kecepatan rana. Selain itu, misalnya saat merekam gambar  lampu kita akan melihat beberapa kerlipan atau merekam  monitior dan layar televisi, kita melihat garis pemindaian yang terus bergerak pada layar monitor, untuk kasus ini kita dapat menyesuaikan kecepatan rana  atau shutter untuk mendapatkan rekaman gambar yang nornal.

    Dengan kecepatan rana yang lebih lambat atau bila penyebutnya lebih kecil, video akan terlihat lebih halus. Sebaliknya kecepatan rana yang lebih cepat (angka penyebut yang lebih besar) kita akan memiliki gambar yang lebih tajam dan benda yang bergerak akan tampak tidak normal

    lihat  perbandingan video di bawah ini untuk melihat efek kecepatan rana yang berbeda.

    Baca Juga  Instagram Meluncurkan Aplikasi IGTV Untuk Para Pembuat Konten, Upload Hingga Durasi 1 jam Video
    Baca Juga  Instagram Meluncurkan Aplikasi IGTV Untuk Para Pembuat Konten, Upload Hingga Durasi 1 jam Video

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=FcqDXpjoS58[/embedyt]

    Baca Juga:Tips Video: Membuat Video Ala Videographer Profesional

    Bagaimana mengatur Shuttter speed

    Ada beberapa metode untuk mengatur shutter pada camera DSLR, cara termudah  adalah dengan menggunakan roda gulir di bagian atas kamera. Pastikan camera  berada dalam mode video yang memungkinkan kita menyesuaikan kecepatan rana (misalnya tidak dalam mode Scene Intelligent Auto (auto penuh) hijau:

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=mTKXY-zRsPM[/embedyt]

    Baca juga: DSLR T Videography: Video Frame Rate ( fps)

    frame rate (fps)

    Pada dasarnya, video adalah urutan gambar diam yang disatukan  dan dimainkan (di putar) kembali  dengan kecepatan tinggi. Kecepatan kamera dalam menangkap  jumlah  gambar diam ini di sebut frame rate, jadi frame rate mengacu pada  jumlah gambar diam ( still image ) atau frame yang  di tangkap camera untuk membuat rekaman gambar bergerak dalam satu detik.

    Frame rate  biasa di sebut FPS  ( frame per second) artinya semakin cepat frame rate semakin banyak gambar yang di ambil.

    Pilihan Frame Rate

    Secara umum ada dua set frame rate: Set untuk PAL dan set untuk NTSC.  Negara Eropa dan sebagian Asia menggunakan sistem PAL. Di sisi lain kebanyakan negara di Amerika Utara dan Selatan, seperti Amerika Serikat, menggunakan NTSC.

    Baca Juga :Smartphone Video: Perangkat Tambahan Audio dan Video Terbaik

    Pilihan frame rate untuk Canon 5D Mark III yang tercantum di bawah ini adalah tipikal dari apa yang biasa ditemukan pada kebanyakan kamera DSLR dengan fitur video. Perhatikan bahwa frame rate ini mungkin di gambarkan dalam ukuran dan kompresi  rekaman yang variabel.

    Baca juga: Tips Video: Membuat Video Ala Videographer Profesional

    Jumlah keseluruhan ditampilkan untuk frame rate NTSC,  pada gambar di atas  sebenarnya mewakili frekuensi gambar fraksional. Misalnya, 30 sebenarnya 29,97 dan 24 sebenarnya 23,98. Frekuensi gambar pecahan digunakan agar kompatibel dengan daya power ( batere), warna, dan sejumlah spesifikasi teknis lainnya.

    Frame  rate apa yang akan saya gunakan?


    Secara global kamera film merekam  pada 24 fps. 24 frame per detik menghasilkan gerakan alami dan juga bagus untuk web (download lebih cepat dari 30fps dan memakan lebih sedikit ruang penyimpanan).

    Kamerawan televisi biasanya Merekam  dalam 30 frame per detik (29,97) untuk NTSC dan 25 untuk PAL. Jadi jika produk akhir kita untuk disiarkan, maka pilihan terbaik adalah merekam pada 30 fps, pilihan 30 fps  mengurangi lebih banyak motion blur dibanding rekaman dalam 24 fps, pengurangan motion blur ini membuat cuplikannya tampil lebih realistis dan kurang sinematik sebagaimana karakter visual pada televisi.

    Baca Juga:Menjelaskan Cara Kerja Rolling Shutter ( Rana bergulir)

    Baca Juga  8 Hal Keren yang Bisa Dilakukan Menggunakan Google Assistant
    Baca Juga  4 langkah Membuat chanel Brand dan Mendapatkan Uang Dari Youtube

    Pilihan 50 & 60 fps umumnya digunakan untuk efek khusus seperti slow motion. Membuat  overcrank, yaitu saat ini ingin merekam gambar dengan kecepatan yang lebih tinggi dari yang dibutuhkan, sehingga kita dapat  memperlambat rekaman hingga  24 fps, tehnik ini akan menghasilkan efek gerak lambat yang halus dan bagus. Pada 60 fps, subjek bergerak lebih cepat dan lebih tajam sehingga memberi kesan hiper yang  nyata. frame rate 60  ini bagus untuk merekam, aksi  olah raga atau action shot degan subjek bergerak. 

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=AURWBEeF72Q[/embedyt]

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=IrK5cDU9AIA[/embedyt]

    Namun perlu juga diperhatikan, pengaturan kecepatan rana akan mempengaruhi derajat  motion blur pada rekaman video kita .

    Recent Articles

    Yuk Mengenal Teknologi Artificial Intelligence di Kamera Hp

    Teknologi ponsel genggam saat ini terus berkembang, tak terkecuali fitur kamera yang sudah memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI). Sesuai dengan...

    MacBook Pro 15 Inci Dilarang Masuk Pesawat di AS, Ini Alasannya

    Lembaga keamanan penerbangan di Amerika Serikat melarang laptop MacBook Pro masuk pesawat. Alasannya terletak di urusan baterai. Apple sendiri...

    Yuk mengenal Perbedaan Netflix, Prime Video, Genflix, iflix, dan HOOQ

    Layanan streaming berbayar kini mulai merajalela hingga menggeser media konvensional untuk menyaksikan berbagai tayangan. Netflix adalah salah satunya. Penyedia layanan media streaming digital yang berbasis di...

    WhatsApp Bisa Dikunci dengan Sidik Jari, Begini Caranya

    Keamanan percakapan WhatsApp menjadi hal yang diperhatikan pengguna. WhatsApp memahami hal itu dan mulai mencoba sistem keamanan baru, yakni menggunakan fingerprint scanner atau pemindai sidik jari.

    Cara Pakai Filter AR InstaStories Baru di Instagram

    Instagram kini punya banyak filter AR baru di platformnya. Hal ini dimungkinkan karena media sosial itu telah membebaskan penggunanya untuk membuat filter Augmented Reality...

    Related Stories

    Leave A Reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Stay on op - Ge the daily news in your inbox

    My title