wartawan Metro TV, Darbe Tyas menjadi korban kekerasan aparat

0
332

Kasus kekerasan pada pekerja media, kembali terjadi. Saat meliput pembubaran paksa aksi demo massa di Alun-alun Purwokerto Kabupaten Banyumas, Senin (9/10) malam, sejumlah wartawan ikut menjadi korban kekerasan aparat. Bahkan seorang wartawan media elektronik sempat dipukuli dan diinjak, hingga mengalami luka memar.

Wartawan Metro TV, Darbe Tyas menjadi korban kekerasan fisik, berupa pemukulan dan pengroyokan oknum anggota kepolisian Polres Banyumas dan Satpol PP Pemkab Banyumas
Saat terjadi aksi pembubaran paksa massa aksi unjuk rasa,  wartawan dari media Suara Merdeka (Agus Wahyudi), Satelitpost (Aulia El Hakim), Radar Banyumas (Maulidin Wahyu)
dan Metro TV (Darbe Tyas), langsung mengabadikan momen tersebut. Sebelum empat wartawan ini datang ke  lokasi aksi, fotografer Suara Merdeka yang mengabadikan gambar lebih awal, juga mengalami kekerasan psikis  dengan dirampas alat kerjanya (foto), padahal yang bersangkutan sudah memberitahukan dari media Suara Merdeka.
 

Wartawan Metro TV awalnya berusaha melindungi fotografer Suara Merdeka (Dian Aprilianingrum) yang sedang terancam menjadi sasaran pengroyokan oleh anggota Polres Banyumas dan Satpol PP.

Darbe Tyas sudah menggunakan kartu identitas pers dan mengatakan dirinya seorang wartawan. Namun justru ia ditangkap, diarak oleh sejumlah anggota polisi dan Satpol PP. Setelah diarak ke arah gerbang kabupaten dari arah depan Pendapa Si Panji, langsung dianiaya.
Baca :
sekitar pukul 22.35 datang ke RS Elisabet di ruang IGD, untuk memeriksakan kondisi kesehatan dan visum untuk bukti tindakan kekerasan yang dialami. Namun dokter jaga dan petugas rumah sakit tersebut menolak, dengan alasan harus ada izin dari kepolisian.
Sekitar pukul 22.55, pindah ke RS Wijayakusuma, dan pihak rumah sakit bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan bukti permintaan visum (bukti terlampire).  Hasil pemeriksaan visum sementara tidak bisa diminta karena alasan kode etik, yang bisa mengambil adalah pihak kepolisian, demi kepentingan hukum.
Setelah diperiksa dokter, disimpulkan mengalami memar di beberapa bagian tubuh, seperti dada, punggung dan tulang rusuk sebleh kiri. Yang bersangkutan juga merasakan ada posisi tubuh bagian dalam yang luka dan rasa nyeri. Selang beberapa menit kemudian, rekan media lainnya berdatangan ke rumah sakit untuk menengok. Dokter yang memeriksa kemudian memberi resep obat. Setelah itu, sekitar pukul 23.30 keluar dari rumah tersebut menuju ke kantor perwakilan Suara Merdeka Purwokerto.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here