Menjadi Content Creator Wajib Mempelajari Tren Industri Konten dan Media

Menjadi content creator perlu mengetahui tren industri konten dan memiliki keunikan agar bisa menonjol di antara semakin banyaknya content creator yang bermunculan.

Tren industri media kini telah beralih dari konvensional ke digital. Melihat pergeseran tren ini Get Craft melalui Indonesia Creative Meetup menggali lebih dalam bagaimana sebuah produksi dapat bertahan di industri sekarang yang dikenal dengan perkembangannya yang tak terbendung.

Pada pertemuan Indonesia Creative Meetup kali ini, tema yang diangkat adalah “Digital Video Production” Is Good, Cheap and Fast Even Possible? Bagaimana menghasilkan sebuah video yang bagus, dengan murah dan tentunya dengan cepat. Pertemuan ini menghadirkan pembicara Agni Raraswulan (Program Director SKWAD Media), Renny Fernandez (Film Director) dan Wayan Ixora (Youtuber).

Perpindahan Tren

Menurut Renny Fernandez, jika dulu butuh sekolah khusus untuk menjadi seorang sutradara, maka sekarang hanya dengan menggunakan tutorial youtube semua bisa jadi sutradara. “Transisi ini sangat terlihat jelas, semua hal bisa kita pelajari melalui media dan belajar secara otodidak,” katanya.

Hal yang paling menonjol adalah konten video. Jika dulu seseorang atau perusahaan butuh banyak kru untuk shooting iklan, maka sekarang cukup dengan beriklan pada content creator seperti Youtuber untuk mengiklankan produk tersebut. Tentunya ini akan lebih menghemat pengeluaran dan waktu.

“Perpindahan ini juga berdampak pada cost yang dikeluarkan, karena kini sudah berorientasi pada digital tentunya cost untuk biaya produksi semakin menurun,” tambahnya.

Seperti kata Renny, untuk tetap bertahan di industri yang digeluti haruslah terus mempelajari tren. Wayan Ixora menambahkan bahwa untuk dapat survive di tengah tren media, sangatlah penting untuk tetap menjaga konsistensi konten yang kita sajikan dan berani beda dari yang lain.

Baca Juga  Facebook segera meyediakan Layanan konten Televisi
Baca Juga  Facebook segera meyediakan Layanan konten Televisi

Video yang Bagus adalah Video yang Diingat Banyak Orang

Selain konsisten terhadap konten yang disajikan tentunya konten tersebut haruslah bagus dan mampu mengedukasi orang lain. Menurut Renny, produksi video yang bagus dapat dilihat dari sisi teknis dan dari sisi komunikasi. Dilihat dari pandangan teknis, produksi video idealnya adalah mempunyai standar baku, yaitu adanya editor, art director dan lainnya.

Masing-masing divisi ini mempunyai peranan penting dalam menghasilkan sebuah video yang bagus. Dari segi pemasaran sendiri tak kalah penting, sebuah video yang bagus adalah video yang diingat dan dibicarakan oleh banyak orang.

“Video yang bagus dari sisi komunikasi adalah video story telling, di mana video tersebut dapat menceritakan suatu kondisi tanpa kita harus jelaskan tentang kondisi dalam video tersebut. Selanjutnya adalah keunikan. Di antara jutaan orang yang buat video, kalo kita mau tampil tentunya harus memiliki keunikan sendiri dalam video kita,” lanjut Renny.

Sedangkan menurut Wayan, video yang bagus adalah sesuai dengan permintaan klien, apakah itu video dengan hard selling atau soft selling. “Dari pengalaman aku, biasanya klien sendiri minta produk mereka diiklankan secara tersirat aja, jadi nggak kelihatan kayak lagi iklanin produk mereka. Kadang ada juga yang memang dia minta dipromosiin secara langsung. Semua tergantung dari permintaan klien,” ujarnya.

Pandai Memanfaatkan Media

Di era digital saat ini tentunya banyak berbagai media yang bermunculan dan akhirnya media tersebut menjadi lahan untuk mencari uang. Salah satunya dialami oleh Wayan Ixora, setelah vakum dari bandnya ia mulai meng-cover beberapa lagu dengan drum kesayangannya dan diunggah ke Youtube. Berkat pemanfaatan media inilah kini ia mampu meraup uang dengan jumlah banyak.

Baca Juga  8 Hal Keren yang Bisa Dilakukan Menggunakan Google Assistant
Baca Juga  Kamerawan Jurnalis Indonesia ( KJI ) mengutuk kekerasan terhadap wartawan Metro TV Darbe Tyas

Tren Masa Depan Industri Konten

Untuk konten industri media saat ini didominasi oleh konten dengan story telling, di mana cerita dalam konten mampu menggugah pemirsa dan diingat oleh khalayak. Renny Fernandez mengatakan bahwa di Indonesia sendiri tren konten religius akan terus meningkat, mengingat kini sudah banyak konten influencer yang juga berhijab.

Agni Raraswulan menambahkan bahwa tren yang akan berkembang ke depannya adalah tren beralihnya televisi ke Youtube. Dapat dilihat saat ini media-media besar yang tadinya hanya berfokus untuk mengisi konten pada TV mereka, kini beralih mengisi konten Youtube mereka. “Tentunya mereka nggak mau kalah dengan content creator yang kini menjamur di Instagram dan Youtube. Jadi mereka mengikuti tren ini agar tetap survive,” tutupnya. 

Untuk dapat bertahan menjadi content creator dalam perkembangan teknologi yang ada, seorang content creator haruslah mempelajari bagaimana industri yang mereka geluti. Dengan memanfaatkan media yang ada dan mengikuti tren industri tersebut adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk dapat bertahan dan bersaing dalam industri konten saat ini. 

Latest articles

Apa itu LUT?

LUT atau “Lookup Table” adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah nilai input RGB ke nilai output RGB yang berbeda.

Wajib Tau, Bahas Isu Virus Corona Youtuber Tidak Akan Mendapat Bayaran Dari Iklan

Semua orang sepertinya ingin membicarakan tentang wabah virus corona, buat teman teman bikin konten terutama YouTuber sebaiknya hindari subjek ini -...

Facebook Berdayakan AI Untuk Mendeteksi Miliaran Akun Palsu

Facebook membuka informasi tentang alat yang digunakan untuk memerangi pembuatan akun palsu pada platform mereka, Facebook mengatakan memiliki metode...
44,6k Pengikut
Mengikuti

Related articles

Baca Juga  5 Tips untuk Membuat Konten Video Menarik Ala Google

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

My title