5 Hal yang wajib Diketahui Dalam Membuat video Story Telling Untuk Berita

0

Cerita…!inilah yang membuat video begitu efektif, tidak ada media lain yang dapat dengan cepat menceritakan suatu kisah begitu cepat dan langsung menyentuh sisi emosi penonton,

Dalam Pembuatan video story telling untuk berita, elemen penting yang perlu kita perhatikan dapat dibagi menjadi lima kategori: audio, stabilisasi gambar, pengambilan gambar secara berurutan (squenses), mewawancarai subjek dan pencahayaan.

untuk mengetahui darimana memulai membuatan video story telling lihat di sini

1. Audio

Audio Monitor


Penting bagi pembuat konten untuk terus memantau audio melalui pengukur volume ( audio Level) dan headphone. Pengukur volume akan menampilkan sinyal audio yang menampilkan level volume untuk mengetahui tinggi atau rendahnya modulasi audio yang kita rekam

kita harus memastikan level audio berada pada area warna kuning di -6 desibel (dB) dengan beberapa hit ke zona merah 0 dB. Dengan cara ini kita dapat memastikan sinyal audio memadai tetapi tidak terdistorsi. Namun perlu di ingat meskipun level audio menampilkan sinyal modulasi, pengukur volume ini tidak akan pernah memberi tahu jika ada gangguan sinyal. Inilah sebabnya mengapa kita juga harus menggunakan headphone untuk mendengarkan audio dalam rekaman video kita.

Misalnya gangguan sinyal ketika kita menggunakan wireless microphone dan disekitar kita terdapat perangkat lain dalam frekuensi yang sama. Dalam kasus ini, kita cukup memilih area lain untuk menghindari gangguan ( meminta orang di sekitar kita mematikan Smartphone mereka). Sinyal audio yang baik penting umntuk menjaga penonton tetap menonton video kita hingga akhir.

Terakhir, kita juga harus memastikan kamera diatur untuk menerima input audio dari sumber yang benar untuk chanle audio yang kita pilih. sumbernya dapat berupa mikrofon. Output dari sumber yang harus kita perhatikan adalah “level line,” atau “level mic.”

2. Stabilitas


Gunakan tripod atau monopod untuk memastikan bidikan kamera stabil. Rekaman yang terlalu goyang dapat membuat penonton pusing dan akibatnya berhenti menonton video yang kita buat.

Pada kasus kasus tertentu di mana kita tidak dapat menggunakan tripod, berdirilah dengan kedua kaki selebar bahu. Kemudian pegang kamera dengan kedua tangan mengapit di pada tubuh. dan bernafas dengan perut (BUKAN dada Anda!), Sambil merekam

Ada saat-saat mungkin kita akan terasa lebih nyaman untuk tidak menggunakan tripod / monopod. misalnya saat mengikuti subjek yang bergerak. Hanya perlu diingat bahwa mengedit rekaman goyang memerlukan lebih banyak waktu dalam proses pasca-produksi.

3. Sequence

Sebelum kita menekan tombol rekam, cobalah untuk menentukan fokus cerita dalam satu kalimat. Tanyakan pada diri sendiri, “siapa yang merasakan apa?” Untuk menentukan bagaimana subjek cerita dipengaruhi dalam konteks masalah yang lebih besar.

Untuk merekam secara berurutan, aturan umum yang biasa di gunakan adalah merekam dalam sudut lebar 25%, 25% medium, dan close up 50%.

Wide

Rekaman dalam sudut lebar (wide shot) memberi informasi hubungan subjek dalam konteks cerita. Pikirkan framing shot yang menunjukkan di mana cerita berlangsung. Kemudian cobalah untuk membingkai subjek Anda di dalam bidikan tersebut.

Medium

Bidikan medium membingkai subjek dari pinggang ke atas menceritakan aksi yang berlangsung dalam bingkai.

Close Up

Bidikan close up mengisi seluruh bingkai dengan detail yang lebih halus. Pengambilan gambar close up sangat penting shoot ini digunakan menunjukan detail cerita yang kita bagun dalam video kita dan sebagai sarana untuk transisi antar adegan dalam pengeditan.

4. Wawancara Subjek


Saat mewawancarai subjek, hal yang terbaik yang harus dilakukan adalah mengatur kamera dan pencahayaan sebelum merekam wawancara.

Tempatkan pewawancara di sebelah kamera dan arahkan subjek untuk melakukan kontak mata dengan pewawancara. Tujuannya adalah menciptakan suasana percakapan antara subjek dan pewawancara.

Jangan takut untuk menyesuaikan jarak fokus di antara pertanyaan pewawancara. Ini akan memberi editor variasi visual. rekam dalam bingkai close up ketika pewawancara mengajukan pertanyaan pribadi atau intim. Namun pastikan ada ruang kepala dalam batas keamanan. Sebagai pengguna DSLR, saya menggunakan lensa 24-70mm karena memungkinkan saya untuk beralih antara mid-shot dan ketat-shot pada subjek.

5. Pencahayaan


Sebelum mengatur perlengkapan, cari tempat terbaik dengan latar belakang minimal yang tidak mengganggu. Saat mencari lokasi, pikirkan pencahayaan di sekitar kita.

Jika tidak memiliki peralatan pencahayaan, cari jendela besar yang memungkinkan cahaya alami dan posisikan subjek Anda di depan sumber cahaya ini sehingga cahaya bersinar secara merata di wajah subjek kita.

kita bisa kiga menggunakan pencayahaan lebih sempurna dengan menggunakan pola pencayahaan tiga titik. info lebih lengkap tata cahaya untuk wawancara lihat di sini

Nah teman dengan memahami teknis dasar membuat video story telling untuk berita ini, teman teman akan lebih mudah mengembangkan kreatifitas dan mulai membuat video ,

jangan beri masukan kepada kami melalui kolomkomentar di bawah ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here