9 Tips “Bikinkonten” Kamu Disukai Google

Teman-teman bikinkonten pasti sering mencari informasi tentang “bagaimana cara membuat konten yang disukai oleh pembaca dan rangkingnya baik di mesin pencari”.

Membangun konten dengan tujuan SEO saja pada akhirnya tidak akan bertahan lama di mesin pencari. Dulu, Saya selalu mengikuti trik-trik khusus dalam membuat artikel, triks ini diajarkan oleh banyak internet marketer. Faktanya, trik-trik khusus ini ternyata tidak memberikan manfaat untuk blog saya, karena cenderung hanya menyasar pada tujuan SEO yang membuat pembaca blog saya bosan,

Misalnya memaksakan keyword density (kepadatan kata kunci) dalam artikel, memaksakan H1 – H2 – H3 harus selalu ada kata kunci yang dibidik, dan lain-lain. Saya pernah melakukan hal-hal seperti itu, dan tidak ada manfaatnya untuk jangka panjang bagi blog saya karena artikel seperti itu ternyata tidak disukai pembaca.

1. Menulis Untuk Pembaca dan Optimasi Untuk Robot Search Engine

 

Pembaca blog kamu pastinya tidak ingin membaca artikel yang dibuat untuk tujuan SEO, mereka ingin membaca informasi menarik dari kamu. Bahkan mesin pencari lebih mengutamakan konten yang alami dibandikan dengan konten-konten yang dibuat untuk tujuan SEO semata.

Walaupun kamu menulis dengan cara alami tentunya artikel tersebut tetap bisa dioptimasi untuk robot mesin pencari. Tetap fokus membuat artikel yang menjadi ‘darah dan daging’ blog kamu, dan berikan bantuan pada robot mesin pencari agar menemukan konten  tersebut.

2. Lupakan Tentang Kepadatan Kata Kunci (Keywords Density)

Salah satu mitos SEO yang seringkali kita perhatikan dalam membuat sebuah konten artikel adalah kepadatan kata kunci (keywords density). Beberapa orang mengatakan keywords density yang baik adalah 3% – 5% dari total kata dalam artikel, beberapa orang lainnya mengatakan keywords density sebaiknya berkisar antara 1% – 3% saja dari total kata dalam artikel. Faktanya, Google tidak pernah menyebutkan tentang keywords density.

Baca Juga  Merekam Video Stabil Tanpa Tripod

Tentunya kita perlu memasukkan kata kunci di dalam konten, atau menambahkan kata kunci yang relevan dengan artikel yang kita buat. Namun kita harus menggunakannya secara sewajarnya, biarkan konten Anda mengalir secara alami. Memaksakan keywords di tempat yang tidak semestinya lebih sering merusak kualitas konten Anda, tidak akan membuatnya lebih baik di mesin pencari.

Baca Juga  Merekam Video Stabil Tanpa Tripod

3. Gunakan Kata Kunci Yang Relevan dan Sinonimnya

Kamu pasti pernah mendengar tentang L (LSI). Mesin pencari selalu menghubungkan sebuah kata kunci dengan kata kunci lainnya yang masih terkait. Karena itu, variasikan kata kunci di dalam konten kamu. Dengan menggunakan variasi kata kunci, konten kamu akan semakin relevan dengan topik yang dibahas tanpa harus memasukkan kata kunci yang sama berkali-kali.

4. Buatlah Artikel Berkualitas Dengan Pembahasan Topik Yang Mendalam

Semua orang suka bicara to-the-point, langsung pada inti sari. Namun, jika kita membuat sebuah konten yang menjelaskan secara mendalam tentang sebuah topik, tentunya ini akan semakin baik. Saya pribadi tidak terlalu memperhatikan jumlah kata dalam setiap artikel yang saya buat, tapi biasanya artikel yang panjang dan mendalam biasanya lebih baik posisinya di SERP Google dibandingkan dengan artikel yang singkat dan dangkal.

Bukan berarti setiap artikel dengan jumlah kata yang banyak akan selalu menang di SERP mesin pencari. Ini hanya sebagai gambaran bahwa kualitas sebuah konten itu sangat penting jika ingin mendapatkan ranking yang baik di Google. Jangan pula memaksakan diri membuat artikel panjang dengan bertele-tele, buatlah artikel tersebut sesuai dengan fakta dan sesuai dengan pengetahuan kamu.

5. Gunakan Long Tail Keywords Pada Judul Konten

Judul yang panjang biasanya lebih menguntungkan di mesin pencari dibandingkan dengan konten dengan judul yang terlalu singkat. Memang, judul dengan kata kunci yang panjang biasanya pencarinya lebih sedikit dibandingkan dengan judul dengan kata kunci yang singkat. Namun pada kenyataannya, konten dengan judul yang panjang biasanya lebih baik posisinya di mesin pencari dibandingkan dengan konten yang judulnya singkat. Selain itu, konten dengan judul yang panjang dan deskriptif biasanya konversinya lebih bagus.

Baca Juga  5 Trik Visual Storytelling : Membangun Karakter

6. Respon Audiens Dengan Baik

Jika blog kamu punya audiens/ pembaca setia, maka kamu harus siap memberikan respon dan menjawab komentar atau pertanyaan-pertanyaan mereka. Berikan jawaban yang mereka butuhkan, tentunya kamu hanya akan menjawab komentar atau pertanyaan yang sesuai dengan topik konten kamu. Kalau kita melihat dari sisi SEO, keterlibatan pembaca di dalam sebuah blog adalah sebuah keuntungan.

Baca Juga  Fitur HDR? Kapan dan Bagaimana Menggunakannya

7. Berikan Kemudahan Bagi Pembaca Untuk Menyebarkan Konten

Menyebarkan link konten  di media sosial akan memberikan trafik langsung dan dampak SEO yang baik bagi keseluruhan blog. Semakin banyak orang yang menyebarkan konten kamu, hasilnya akan semakin baik. Karena itu, sediakan tombol media sosial di blog kamu agar memudahkan pembaca  untuk menyebarkan artikel yang mereka sukai dari blog kamu.

8. Gunakan Google+

Google+ akan semakin besar peranannya di dalam SEO. Selain itu, dengan menggunakan Google+ kamu akan mendapatkan Author Rank dan terhubung dengan pengguna Google+ lainnya. Author rank adalah salah satu faktor dalam SEO, dan menurut saya peranannya akan semakin besar untuk SEO di masa-masa yang akan datang. Jadi, sebaiknya  gunakan Google+ dari sekarang, dan hubungkan blog kamu dengan akun Google+ kamu.

Gunakan Judul dan Deskripsi

Title tags  adalah hal pertama yang akan diperhatikan oleh Google ketika robot mereka ‘membaca’ blog kamu. Tentunya akan lebih baik lagi bila judul konten dilengkapi dengan deskripsi dari konten yang kamu bikin, karena pengguna mesin pencari akan melihat judul dan deskripsi konten di SERP Google. Gunakan judul dan deskripsi yang deskriptif dan mengajak audiens untuk membuka situs kamu.

Recent Articles

Panduan Lengkap – Camera shot, Angles dan Perspektif

Pemilihan sudut kamera dengan dengat tepat akan memengaruhi reaksi audiens dan interpretasi tentang apa yang disajikan dalam layar.

Ponsel Black Market Resmi di Blokir, cek Imei Sebelum Membeli

Mulai tanggal 15 September 2020, Pemerintah Indonesia memberlakukan pemblokiran ponsel black market (BM) melalui identifikasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI). handphone,...

Google mengumumkan paket hardware Meet, untuk ruang konferensi

Google dengan cepat memperbarui perangkat lunak konferensi video Google Meet-nya, karena pandemi COVID-19 berarti lebih banyak orang mengandalkannya . Baru baru ini,...

5 Trik Visual Storytelling : Membangun Karakter

Content creator sering bertanya "apa itu visual storytelling"?, Visualstorytelling adalah seni mengkomunikasikan ide, konsep, informasi, secara runtun, efektif melalui media visual agar...

85% Ekstensi Pada Browser Chrome Tidak Memiliki Kebijakan Privasi

Beberapa browser terkenal seperti Google Chrome menyediakan ekstensi, di mana fitur ini berguna bagi mereka yang ingin menggunakan pemblokir iklan, pintasan, menyimpan...

Stay on op - Ge the daily news in your inbox

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here