• Home
  • Course
  • About
More

    Algoritma Membuat Kita Berpikiran Sempit

    Hidup kita dipetakan dengan cara yang tidak kita sadari. Bagaimana algoritma prediksi mempersempit perspektif kita?

    kita hidup di dalam dunia kurasi.

    Internet – bekerjan dalam suatu algoritma yang mampu memprediksi apa yang kita cari, beli, dengarkan, baca, tonton, dan bahkan siapa yang ingin kita kencani dan nikahi – algoritma algoritma internet membantu kita menemukan apa yang kita inginkan.

    Algoritma yang sangat kuat yang dirancang untuk memperkuat minat kita pada suatu hal tertentu, sebaliknya membuat kita melihat lebih sedikit info dan hal hal yang baru, berbeda, dan asing. Hal-hal yang merupakan inti dari pembelajaran, pemahaman dan inovasi.

    Revolusi digital memungkinkan kita masing-masing untuk hidup bahagia di dunia kita sendiri, dan dalam proses menutup peluang untuk orisinalitas, spontanitas, dan pembelajaran. Memanjakan kita dalam zona nyaman kita, dan kita sangat suka dengan cara kerja algoritma ini .

    Contoh Kasus

    Apa barang yang baru saja kita beli di Lazada atau di Amazon? Coba perhatikan,suggested items yang ditawarkan oleh Lazada atau Amazon. Rasanya penawaran tersebut kok pas yah. Sepertinya mereka tahu apa yang ada di pikiran Anda.

    Kita di tawarkan untuk membeli produk yang menurut algoritma situs jual beli online harus kita beli. algoritma kemudian memperkuat apa yang sudah kita yakini, dengan informasi terkait lainnya.


    Coba sesekali lihat suggested friends yang ditawarkan oleh Facebook atau Twitter. Lihat profil mereka, kok sepertinya mirip dengan profil kita? Coba perhatikan berita yang mampir ke newsfeed di Facebook. Hampir semua berita tersebut kok menarik dan sesuai dengan selera kita.

    Algoritma terlihat seperti penjelmaan dari apa yang kita sukai. Misalnya ketika kita mengisi profil di Facebook, tempat lahir, bulan dan tahun, siapa saja saudara kita, di mana kita tinggal, hobi, sekolah dari TK hingga perguruan tinggi, agama dan berbagai profil lainnya yang harus isikan akan menjadi modal dasar bagi Algoritma untuk memberikan layanan terbaik bagi penggunanya.

    Contoh lainnya, misalnya, pemilihan presiden baru-baru ini. Polarisasi politik secara mencolok semakin kuat dan membudaya dan terbukti orang orang cendrung untuk mencari bukti pendukung yang memperkuat keyakinan atau intuisi pilihannya sehingga menjadi siklus yang menguatkan diri.

    Baca Juga  3 Langkah Dengan Panduan Gambar Ini Kamu Pasti Bisa Melakukan Live Streaming Di Youtube.
    Baca Juga  Tips Langkah demi Langkah : Cara Mengedit Foto Instagram Ala Profesional

    Akibat dari pencarian keyakinann ini orang hidup dalam versi berbeda dalam negara yang sama. Hal ini terjadi karena Algoritma membatasi kita pada organisasi, berita, dan pakar tertentu, analisis kita terhadap peristiwa terkini sangat sangat berbeda dengan analisis orang lain dengan pandangan dan pengalaman hidup yang berbeda.

    Algoritma membuat pandangan kita terbatas. Apa yang kita baca terbatas pada apa yang kita sukai, dan tidak mungkin algoritma Facebook menawarkan sesuatu yang tidak kita suka.

    Efek Algoritma yang terlihat adalah setiap orang akan hidup dalam pandangan yang berbeda-beda dalam satu daerah atau negara tertentu atau terjadinya polarisasi. Setiap orang memiliki kebenaran sendiri atau kelompok tertentu yang cenderung tertutup terhadap orang atau kelompok lain. Bila sudah seperti ini, orang-orang akan cenderung menutup diri dari fakta lain. Tidak peduli mereka memiliki pendidikan tinggi, memiliki gelar bagus atau jabatan, mereka hanya peduli kebenaran yang selama ini sudah disodorkan algoritma kepadanya sehingga tidak aneh bila kita lihat orang-orang terpelajar ikut demonstrasi karena suatu isu yang pemicunya tidak jelas, namun kemudian dibelokkan oleh algoritma agar sesuai selera mereka.

    Melawan Dominasi Algoritma

    kita bisa melawan dominasi algoritma untuk menjaga kita, dan pemikiran kita, dari menjadi merpati yang terkurung dan menjadi apa yang telah kita lakukan sebelumnya. caranya adalah dengan memperluas ruang lingkup kita dan tetap berpikiran terbuka dalam kehidupan profesional dan pribadi kita.

    Dengan memiliki persepsi yang tidak biasa, kita akan lebih terbukauntuk berbagai perspektif dan menghasilkan ide-ide inovatif


    Mungkin perlu upaya untuk mencari hal-hal baru. pikirkan seperti ini: Ketika algoritma dan kecerdasan buatan menjadi lebih baik dalam memprediksi kebutuhan kita dan mempersempit fokus kita, kemampuan kita untuk beradaptasi dan terus belajar hal-hal baru mungkin menjadi penting bagi nilai kita sebagai Manusia.

    Recent Articles

    Yuk Mengenal Teknologi Artificial Intelligence di Kamera Hp

    Teknologi ponsel genggam saat ini terus berkembang, tak terkecuali fitur kamera yang sudah memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI). Sesuai dengan...

    MacBook Pro 15 Inci Dilarang Masuk Pesawat di AS, Ini Alasannya

    Lembaga keamanan penerbangan di Amerika Serikat melarang laptop MacBook Pro masuk pesawat. Alasannya terletak di urusan baterai. Apple sendiri...

    Yuk mengenal Perbedaan Netflix, Prime Video, Genflix, iflix, dan HOOQ

    Layanan streaming berbayar kini mulai merajalela hingga menggeser media konvensional untuk menyaksikan berbagai tayangan. Netflix adalah salah satunya. Penyedia layanan media streaming digital yang berbasis di...

    WhatsApp Bisa Dikunci dengan Sidik Jari, Begini Caranya

    Keamanan percakapan WhatsApp menjadi hal yang diperhatikan pengguna. WhatsApp memahami hal itu dan mulai mencoba sistem keamanan baru, yakni menggunakan fingerprint scanner atau pemindai sidik jari.

    Cara Pakai Filter AR InstaStories Baru di Instagram

    Instagram kini punya banyak filter AR baru di platformnya. Hal ini dimungkinkan karena media sosial itu telah membebaskan penggunanya untuk membuat filter Augmented Reality...

    Related Stories

    Leave A Reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Stay on op - Ge the daily news in your inbox

    My title