Panduan Render Adobe Premiere Pro: How-to untuk Pemula

Pernah merasakan lag saat mengedit?,video patah patah, frame lompat atau transisi yang tidak bekerja dengan baik saat mengedit video dengan adobe premire pro?. jika jawaban iya maka ini tanda tanda project editing kamu butuh proses render.

Render dalam proses editing memang momok bagi hampir semua editor, karena biasanya memakan banyak waktu, (tergantung kemampuan perangkat komputer yang di gunakan), tapi render juga di perlukan untuk mengetahui, speed, kualiatas dan tampilan video yang sebenarnya saat diplayback.

Tim bikinkonten akan membahas trik untuk mempercepat dan meningkatkan efesiensi dalam merender video dengan adobe premiere pro.

1. bagaimana cara kerja video render.

Adobe premire bekerja dengan merujuk file atau aset konten pada folder yang di simpan, tujuanya adalah untuk menjaga agar file project tidak terkalu besar dan mempermudah pengaturan file materi yang akan di edit. hal ini lah faktur utama penyeban terjadinya maslah saat mereview video yang kita edit.

ketika kita menambahkan video , transisi atau efek kedalam timeline, secara otomatis kita dapat mereview aset tadi, namun premiere belum mengenal perintah ini, disinilah pentingnya render, melakukan rendiring artinya menyuruh premire untuk membuat preview clip sehingga saat video pada timline kita review, premiere akan merujuk pada pratinjau file yang dibuat tadi, dimana semua warna, efek, dan transisi adalah bagian dari klip itu

Perlu di ingant setiap membuat perubahan pada klip atau efek,kita harus merender ulang bagian itu sehingga Premiere akant membuat file pratinjau baru.


2. apa arti warna rendering?

Premiere Pro akan memberikan rujukan kapan proyek perlu dirender melalui bilah warna di bagian atas timeline.

Hijau

Garis warna hijau berarti clip pratinjau sudah di buat dan sudah di lampirkan kebagian projek editing, sehingga kita dapat mereview project pada timeline dengan sempurna.

Baca Juga  5 Langkah Mudah Memperbaiki File Video Yang Rusak di Android

Kuning

Garis kuning berarti, tidak ada file pratinjau yang dibuat terkait denan clip yang di edit, sebagai gantinya premiere secara otomatis membuat klip, efek, dan transisi frame by frame bilah kunin ini muncul saat klip yang tidak di render ini cukup sederhana dan projek pada time line dapat di lihat tanpa ada masalah

Merah

Garis render merah menunjukkan tidak ada file pratinjau yang terkait dengan klip, tetapi tidak seperti garis render kuning, pada kasus ini video klip kemungkinan akan berpengaruh ataui akan menyebabkan kelambatan selama pemutaran ( lag atau patah patah ).

Baca Juga  Pilih Mana Zhiyun Smooth Q VS DJI Osmo

Tidak ada warna

Jika tidak ada warna pada timeline, adobe memberi tahu bahwa tidak ada file pratinjau yang terkait dengan klip, tetapi codec media yang digunakan cukup sederhana untuk digunakan sebagai file pratinjau. dan kita dapat memutar review ulang tanpa masalah.

Cara Merender di Premiere Pro

Sebelum memulai proses rendering, kita perlu menentukan area kerja yang ingin dirender. Jika akan merender seluruh video pada timeline, maka kita dapat melompat ke langkah berikutnya, tetapi kita saran kami kamu harus terbiasa merender bagian secara teratur saat untuk mempercepat proses rendering video kamu.

Tentukan area render

Untuk menentukan area yang ingin dirender, tekan I pada awal area untuk menandai titik masuk. dan tekan O untuk menandai bagian akhir area video yang akan dirender.

Render File Pratinjau dengan Memilih Area

Setelah menetukan area yang akan dirender, kita bisa memilih opsi render di Menu urutan pada bagian atas adobe premiere.

Ada tiga opsi berbeda yang dapat dipilih:

1. Render Effects In to Out
Jenis render ini secara khusus mencari efek dan transisi, yang kemungkinan besar menjadi penyebab kelambanan dalam project editing. kita juga dapat menekan Return pada keyboard setelah menentukan area yang akan dirender.

Baca Juga  Pilih Mana Zhiyun Smooth Q VS DJI Osmo

2. Render In to Out
render jenis ini akan merender semua area kerja yang dipilih baik area merah atau kuning. Namun perlu diperhatikan meskipun secara umum sangat baik, Cara ini biasanya memerlukan waktu yang lebih lama.

3. Render Audio
Sesuai dengan namanya, fungsi ini hanya akan merender audio pada area kerja yang dipilih. Opsi ini bagus jika kita bekerja dengan efek suara atau trek musik, tetapi rekamannya sangat sederhana.

Secara default, Adobe tidak merender audio secara otomatis seheingga audio perlu rendering secara terpisah. namun default ini dapat dinonaktifkannya dengan mengubah setelan di jendela preferensi.

Pro Tips

Apa penyebab render menjadi lama?

Ada beberapa alasan mengapa project video pada timeline membutuhkan waktu untuk dirender; bisa jadi masalah pada perangkat yang kita gunakan atau durasi video yang kita edit . Salah satu keluhan paling umum tentang rendering adalah, “awalnya render sangat cepat namun menjadi lambat .” kenapa hal ini bisa terjadi?

Saat proses render sedang bekerja, progres kerja adobe premiere digambarkan dalam persentase. Ini didasarkan pada jumlah klip di area kerja yang dirender. Jika ada empat klip pada timeline, artinya masing-masing klip menjadi 25% dari proyek, terlepas dari berapa lama klip itu. Jika klip pertama berdurasi 5 detik, dan yang kedua adalah 20 detik, keduanya masing-masing akan mewakili 25% dari progress render. Dengan kata lain, kuartal pertama akan memakan waktu lebih sedikit daripada kuartal kedua.

Baca Juga  8 Aplikasi pengeditan foto Instagram terbaik

Tips untuk Rendering yang Efektif

  1. pastikan kamu menggunakan perangakat yang memiliki spesifikasi yang benar, dan Anda memiliki RAM yang cukup.
  2. Gunakan SSD (Solid State Drive) untuk menyimpan proyek pengeditan > SSD sangat signifikan membantu meningkatkan kecepatan Premiere dan sistem pengeditan.
  3. Kamu dapat membatalkan proses rendering kapan saja. Proses rendering yang sudah selesai di simpan didalam blok, artinya kamu sudah menyimpan semua file pratinjau yang dibuat sebelum membatalkan render.
  4. Merender proyek secara teratur dapat menghemat banyak waktu dalam proses ekspor.
  5. Saat mengekspor video yang sudah selesai di edit, Premiere merender lalu mengompresnya. Jika projek sudah di render, kamu dapat menghemat waktu dalam ekspor dengan memilih kotak centang Gunakan Pratinjau. Pro kemudian akan menggunakan file pratinjau dalam kompresi daripada rendering dari awal.

Meskipun bagi sebagian orang proses rendering ini menjadi momok yang melelahkan dan membosankan. Jika dilakukan secara teratur dan tepat, proses dapat menghemat banyak waktu dan editing menjadi proses yang menyenangkan.

Baca Juga  Apa itu LUT?

Nah teman teman creator jika ada pengalaman lain tentang proses render ini bisa berbagi dengan kami melalui kolom komentar di bawah ini

Recent Articles

Panduan Lengkap – Camera shot, Angles dan Perspektif

Pemilihan sudut kamera dengan dengat tepat akan memengaruhi reaksi audiens dan interpretasi tentang apa yang disajikan dalam layar.

Ponsel Black Market Resmi di Blokir, cek Imei Sebelum Membeli

Mulai tanggal 15 September 2020, Pemerintah Indonesia memberlakukan pemblokiran ponsel black market (BM) melalui identifikasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI). handphone,...

Google mengumumkan paket hardware Meet, untuk ruang konferensi

Google dengan cepat memperbarui perangkat lunak konferensi video Google Meet-nya, karena pandemi COVID-19 berarti lebih banyak orang mengandalkannya . Baru baru ini,...

5 Trik Visual Storytelling : Membangun Karakter

Content creator sering bertanya "apa itu visual storytelling"?, Visualstorytelling adalah seni mengkomunikasikan ide, konsep, informasi, secara runtun, efektif melalui media visual agar...

85% Ekstensi Pada Browser Chrome Tidak Memiliki Kebijakan Privasi

Beberapa browser terkenal seperti Google Chrome menyediakan ekstensi, di mana fitur ini berguna bagi mereka yang ingin menggunakan pemblokir iklan, pintasan, menyimpan...

Stay on op - Ge the daily news in your inbox

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here